PCEN, Kateterisasi Tanpa Operasi pada Penyakit Saraf Terjepit di Leher

Kali ini saya akan membagi info perkembangan penanganan saraf terjepit tanpa operasi, yang dinamakan terapi PCEN, Kateterisasi Tanpa Operasi pada Penyakit Saraf Terjepit di Leher. PCEN adalah singkatan dari Percutaneus Cervical Epidural Neuroplasty

PCEN, apa itu?

Saat seorang pasien nyeri menjalar seperti pegal dan kesetrum ke salahsatu lengan dan jari-jarinya (satu sisi tubuh saja bukan kedua-duanya), bahkan dengan nyeri yang sangat hebat yang bisa membuat menangis atau menghentikan semua aktifitas rutinnya, biasanya barulah pasien datang ke dokter. Jika ukuran, letak, dan keluhannya cocok untuk operasi, maka operasi (dengan teknik konvensional atau dengan teknik terbaru mikroskopik atau endoskopik) merupakan pilihan terbaik yang akan menyembuhkan secara dramatis.

Namun tidak selamanya demikian. Ada penyakit saraf terjepit yang ringan namun nyerinya hebat, ada yang lokasi saraf terjepitnya sangat berbahaya jika dioperasi, ada juga yang harusnya bisa dioperasi namun usia dan kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk dibius total atau dioperasi lama. Bahkan ada juga yang sudah seharusnya dioperasi, namun tidak punya keberanian, takut atau tak ada biaya yang cukup. Maka perlu ada alternatif terapi lain untuk mengatasi masalah ini. Salahsatu yang saat ini adalah PCEN, Terapi Kateterisasi Tanpa Operasi pada Penyakit Saraf Terjepit di Leher

Indikasi utama pasien yang dipilih (patient selection) untuk terapi jenis ini terutama untuk pasien dengan saraf terjepit ringan namun memberikan keluhan nyeri hebat atau mengganggu. Pada ronsen harus terlihat jelas mana saraf yang terjepit, barulah dokter ahlinya akan melakukan tindakan PCEN

Prinsip terapi PCEN

Pada prinsipnya tindakan PCEN, Kateterisasi Tanpa Operasi pada Penyakit Saraf Terjepit di Leher adalah memasukkan sebuah selang kateter ke dalam rongga epidural yang berada di luar sumsum tulang belakang, mengarahkannya ke target saraf yang terjepit, dan menyuntikkan obat penghilang sakit, obat anti inflamasi kronis/peradangan kronis, dan obat anti perlengketan saraf. Kombinasi ketiga obat ini diharapkan akan menyebabkan saraf terjepit ringan yang sudah kronis yang sudah lengket dengan sekitarnya untuk segera hilang nyerinya, lalu perlhan akan longgar kembali sedikit demi sedikit, dan dalam jangka panjang diharapkan akan bebas nyeri permanen

Langkah-langkah PCEN

Langkah 1 : pastikan pasien memang mempunyai saraf terjepit pada pemeriksaan ronsen, terutama MRI (magnetic resonance imaging) leher, dan jika perlu diperiksa CT Scan tulang leher dan aliran listrik saraf leher (elektromiograf). Selanjutnya pasien diberi edukasi terkait rencana tindakan tersebut.

Langkah 2 : pasien disiapkan di ruang tindakan (biasanya di ruangan tindakan operasi one day sevice supaya kesterilan tindakan terjamin) yang tersedia alat fluoroskopi C-Arm sebagai alat pengarah ke saraf terjepit ( C-Arm adalah alat ronsen khusus yang bisa dipasang di kamar operasi)

Langkah 3 : pasien diposisikan tertelungkup diatas meja operasi. Daerah punggung atas ke arah leher disterilkan.

Langkah 4 : Dengan bantuan C-Arm guided dan zat kontras, dimasukkan jarum kecil spinal ke dalam rongga epidural, setelah sebelumnya disuntikkan bius lokal agar pasien tidak merasakan nyeri. Jika lokasi telah sesuai, pasien tidak boleh bergerak lagi.

Langkah 5 : dengan bantuan alat C-Arm dan zat kontras, dimasukkan alat kateter yang dinamakan Racz catheter yang ukurannya cukup kecil, melalui lubang jarum spinal tadi. Kemudian dengan bimbingan alat C-Ar, arah selang Racz catheter ditujukan ke lokasi target saraf terjepit yang telah ditentukan. Dengan bantuan zat kontras lokasi dipastikan.

Langkah 6 : Disuntikkan 3 macam obat seperti disebutkan diatas di lokasi target. Baisanya pasien segera merasakan nyerinya hilang secara dramatis. Kateter kemudian ditarik dan dilepaskan, juga jarum spinalnya. Bekas tusukan ditutup dengan plester tensoplas selama beberapa jam, lalu dilepas

Prosedur telah selesai dan pasien menunggu 1-2 jam sebelum dibolehkan pulang.

Angka keberhasilan PCEN

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prof Eun Jung Park, dkk, di Korea, yang melakukan pemantauan sampai 1 tahun setelah tindakan PCEN dilakukan pada 128 pasien, hasilnya sangat baik. Nyeri leher dan lengan  menurun secara dramatis. Dari skor nyeri rata-rata 73 sebelum dilakukan PCEN, turun menjadi 42.2  pada 1 hari setelah tindakan, kemudian menjadi 25.4 setelah 1 bulan, 14 setelah 3 bulan, 9,7 setelah 6 bulan, dan 9,7 setelah 1 tahun pasca pengobatan PCEN. Kesimpulannya bahwa nyeri leher dan nyeri lengan jauh berkurang dan pasien mengalami tingkat kepuasan yang tinggi.

Di Indonesia sendiri, hasil data Mulyawan (2016) menunjukkan dari 105 pasien yang menjalani PCEN, 85 persen baru kembali ke dokter untuk tindakan ulangan setelah 2 tahun.

Komplikasi PCEN

Tidak ada tindakan yang sama sekali tanpa resiko, demikian juga PCEN. Namun demikian resiko dan komplikasi pada PCEN tentu saja sangat jauh lebih ringan daripada tindakan operasi. Pada umumnya resiko terbesar (walaupun tidak sering) adalah sakit kepala pasca tindakan yang akan hilang dalam beberapa hari atau minggu. Kemudian resiko alergi obat, jika psien mempunyai alergi terhadap ke-3 obat tadi. Tapi selain angkanya kecil, biasanya pasien sudah ditanya terlebih dahulu sebelumnya apakah ada alergi. Resiko lain adalah jarum mencederai saraf, namun dengan penanganan oleh ahli dan alat monitor yang cukup, kejadian ini tidak pernah terjadi. Sedangkan ujung selang Racz catheter karena tumpul hampir tidak pernah mencederai saraf leher. Resiko lain adalah infeksi, dimana setiap tusukan jarum dimana pun (seperti juga jaman dulu dokter sering menyuntik pasien di pantat pasien), seperti juga pemasangan jarum infus misalnya, ada resiko, walau pun sangat kecil untuk terjadi infeksi. Secara umum resiko-resiko tindakan PCEN sangat rendah.

Sudahkan PCEN dikerjakan di Indonesia

Saat ini sudah ada dokter bedah saraf di Indonesia yang sudah familiar dengan tindakan PCEN.  Alat dan teknologinya sendiri saat ini sudah tersedia dan makin sering digunakan di Indonesia, sehingga hanya tinggal mengerjakan dengan kompetensi dokternya pada pasiennya di Indonesia. Sudah ada sekitar 100 an pasien yang sudah dilakukan tindakan PCEN di Indonesia.

keyword : PCEN, Kateterisasi Tanpa Operasi pada Penyakit Saraf Terjepit di Leher

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*