Alasan Memilih Teknik Invasif Minimal (MISS) untuk Penanganan Nyeri Tulang Belakang (Bagian 2)

Pada praktek sehari-hari, kian hari semakin banyak dokter, baik dokter umum atau pun sokter spesialis, yang menerima pasien dengan gejala-gejala seperti Nyeri Tulang Belakang. Misalnya nyeri pinggang yang menjalar ke kaki, disertai dengan keluhan rasa tebal dan kesemutan atau bahkan anda mengalami mati rasa. Atau pasien yang mengalami gejala-gejala seperti : nyeri pada leher disertai rasa tebal pada lengan dan tangan, kelemahan anggota gerak bahkan lumpuh total (lengan dan kaki), hingga kehilangan kemampuan menahan buang air kecil dan buang air besar.

Dokter mungkin juga sudah menyuruh pasiennya menjalani fisioterapi selama sekian lama, obat-obatan dan terapi lainnya, namun belum juga memberikan hasil maksimal. Sayangnya, di Indonesia, masih banyak pasien yang takut untuk dioperasi. Padahal dengan teknik terbaru saat ini, komplikasi, boleh dikatakan hampir tidak ada atau sangat rendah prosentasenya.

Saat ini, termasuk di Indonesia, makin berkembang teknik terapi yang sangat dianjurkan diberikan pada pasien-pasien dengan keluhan di tulang belakang, baik di leher, punggung atas,maupun punggung bawah. Teknik terapi ini dinamakan Minimally Invasive Spine Surgery and Treatment (MISS). Dengan teknik ini, keluhan dan kelainan akibat penyakit pasien dapat diperbaiki, dan diharapkan pasien, terutama dengan aktifitas super padat, bisa secepatnya kembali ke aktivitas sehari-hari.

Resume tentang MISS (1)

Minimally Invasive Spine Surgery and Treatment(MISS) merupakan teknik terbaru pembedahan dan non pembedahan pada saraf/ tulang belakang dengan prinsip invasif minimal, menggunakan alat bantu mikroskop bedah, teropong bedah (endoskopi), atau alat-alat lainnya sebagai pemandu pembedahan. Teknik ini terdiri dari 2 jenis besar, yaitu secara operatif dengan invasif minimal, dan non operatif denganpain management (penanganan nyeri saraf tulang belakang tanpa pembedahan). Teknik ini adalah solusi terbaru sebagai alternatif bagi penanganan kasus sataf tulang belakang, karena memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

• luka sayatan operasi yang kecil (bahkan bisa cuma tusukan jarum saja)/Small surgery incision
• kerusakan jaringan tubuh yang lebih sedikit /Less soft tissue damage
• kehilangan darah yang minimal /Reduced blood loss
• rasa sakit yang lebih ringan/Less pain
• komplikasi yang lebih sedikit/Less complication
• masa rawat inap yang lebih singkat/Shorter hospital stay
• masa penyembuhan yang lebih cepat / Faster recovery

Apakah teknik MISS aman dilakukan?

Masyarakat masih menganggap bahwa operasi saraf tulang belakang berpeluang besar menyebabkan kelumpuhan/kecacatan. Dengan teknik MISS, pasien tidak perlu khawatir karena MISS menggunakan peralatan dan prosedur teknologi yang memperkecil kerusakan tulang, saraf dan jaringan lainnya di sekitar tempat operasi / tindakan, sehingga angka komplikasi pasca operasi / tindakan menjadi kecil.

Pasien apa saja yang dapat ditangani melalui teknik MISS?

Hampir semua pasien dengan keluhan tulang belakang dan saraf tulang belakang dapat menjalani MISS. Pasien akan terlebih dahulu menjalani terapi biasa / konservatif, seperti fisioterapi dan obat-obatan. Apabila terapi yang biasa tidak memberikan hasil yang diharapkan, baru akan dilakukan operasi.

Tahap-tahap Penanganan Masalah Tulang Belakang menurut konsep teknik MISS

Pasien datang ke klinik -> Konsultasi keluhan dengan dokter ->Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Diagnostik ->Tim Dokter Ahli menentukan Diagnosis Kerja yang final ->Terapi biasa/Konservatif (obat-obatan, fisioterapi, olahraga, Terapi Injeksi Nyeri -> Terapi Invasif dengan Minimally invasive Spine Surgery/ MISS -> operasi minimal dengan teropong (Endoscopic Spine Surgery jika terindikasi atau langsung ke ->Terapi operasi minimal dengan Minimally Invasive Microsurgical Decompression, atau Microsurgical Decompression and Dynamic Soft Stabilization, atau Partial Disc Nucleus Replacement. Atau Total Disc Replacement, atau Minimally Invasive Transfusionless Spinal

Tujuan Penanganan Penyakit Saraf Tulang belakang dengan teknik MISS

a. Bebas nyeri (dan berorientasi pada keluhan pasien, bukan semata patologi-nya)
b. Perdarahan minimal
c. Kerusakan jaringan minimal (termasuk melakukan preservasi diskus sebisa mungkin)
d. Rawat inap pendek dan mobilasasi cepat
e. Secepatnya kembali ke aktifitas normal/pekerjaan
f. Kenyamanan intra dan pasca operasi
g.Alasan kosmetik (terutama wanita)

TEKNIK-TEKNIK PENANGANAN MISS

MISS (baik operasi mau pun non operasi) dapat digolongkan berdasarkan efek terapetiknya :

1. Tindakan injeksi dengan jarum khusus (Pain managementt)
2. Operasi melonggarkan saraf terjepit / dekompresi saraf (operasi invasif minimal paling sederhana)
3.Operasi pemasangan implan dinamis / non fusi (dynamic stabilization)
4.Operasi pemasangan plat/ implan statis (Instrumentasi dan fusi)
5. Pengisian tulang keropos dengan semen tulang khusus (Augmentasi korpus vertebra)
6. Operasi penggantian bantalan tulang belakang / diskus total (Total Disk Arthroplasty)

Sedangkan jika dilihat dari teknologi yang digunakannya, bisa dbagi menjadi :

1. Tindakan injeksi / prosedur operasi minimal menembus kulit sesedikit mungkin (percutaneus non endoskopi)
2. TIndakan operasi teropong endoskopi dengan bantuan laser
3. Operasi dengan menggunakan mikroskop bedah

Secara umum, noleh dikatakan, hampir seluruh kellainan saraf tulang belakang dapat ditangani, baik dengan operasi mau pun tanpa operasi, dengan teknik MISS ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*